Close
SocialFollow

Program Proyek Crowdfunding bisnis Fintech

Written By
Reviewer and ICO Analysis

Apa itu Crowdfunding

Perkembangan industri keuangan yang didukung dengan kemajuan teknologi membuat perilaku kegiatan perdagangan, industri jasa dan masyarakat menuntut sesuatu yang instan dan cepat. Karena dapat meningkatkan permintaan (demand) terhadap produk atau jasa (suplay). Sehingga ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan. Disamping itu, banyak industri yang berlomba-lomba dalam kecepatan agar seluruh pekerjaan lebih efisien, aman dan menyenangkan.

Namun, karena banyaknya industri yang berlomba-lomba dalam meningkatkan pelayanan maka perlu ada sistem keuangan yang kuat dan baik. Untuk itu, banyak industri fintech melakukan kegiatan crowdfund yang artinya mengumpulkan uang dengan banyak investor atau juga dapat disebut sebagai urunan dana.

Secara mendetail apa itu crowdfunding :

“Urun dana (crowdfunding) adalah praktik penggalangan dana dari sejumlah besar orang untuk memodali suatu proyek atau usaha yang umumnya dilakukan melalui internet. Istilah bahasa Inggris crowdfunding dipakai pertama kali sebagai judul suatu artikel pada tahun 2006. Istilah ini diturunkan dari istilah crowdsourcing (urun daya) yang telah lebih dulu populer (Hemer, 2011) dan merupakan suatu bentuk pengembangan dari kredit mikro (Clark, 2011), dikutip dari wikipedia Bahasa Indonesia. [1]”

Dari quote diatas, saya kira anda sudah faham terkait dengan crowdfunding. Namun, terdapat hal yang lebih penting untuk dipelajari dalam crowdfunding, antara lain :

  1. Anda harus mengerti aturan main dalam sistem Crowdfunding
  2. Perusahaan harus sehat (stabil) untuk meningkatkan pelayanan
  3. Legal Standing / Memenuhi Payung Hukum yang jelas

Crowdfunding dalam Program Initial Coin Offering

Secara mendasar program Initial Coin Offering merupakan jaminan dari Crowdfunding, artinya sebagai seorang investor bebas mempergunakan kekayaannya untuk mendukung proyek yang bagus dan sehat. Namun, kegiatan berinvestasi ini merupakan jenis kegiatan berinvestasi dalam skala internasional untuk itulah diadakan adanya pembuatan token sebagai jaminan atas proyek yang berjalan.

Sayangnya, di Indonesia belum ada payung hukum yang jelas untuk kegiatan ini walapun sudah dimulai oleh CEO Indodax yaitu Oscar Darmawan yang sudah mempraktekkan program ini dan Perlu diketahui juga bahwa OD sendiri melakukan kegiatan ini tidak melalui perizinan legalitas negara Republik Indonesia, karena yang digunakan dalam program crowdfunding pusat kegiatannya berada di singapura. (jika artikel ini salah mohon dikoreksi)

Di Indonesia sebenarnya sudah ada lembaga yang mengurusi pendanaan dalam proyek Crowdfunding yakni  OJK (otoritas jasa keuangan), ini merupakan angin segar bagi indonesia untuk dapat mengikuti model bisnis milenial dengan menggunakan teknologi baru dalam bisnis fintech.

Demikian sedikit ulasan dari kami, terus simak artikel kami dengan cara subscribe dibawah ini. Maka seluruh update artikel adalah gratis untuk anda baca. Terimakasih.

 

Regards,

ICONETLife

Get more Review directly to your inbox

Dengan berlangganan melalui email, anda akan mendapatkan update seluruh artikel secara gratis.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hit Enter
Follow Us
On Facebook
On Twitter
On GooglePlus
On Linkedin
On Pinterest
On Rss
On Instagram